DeFi & Pasar Prediksi

Hyperliquid Luncurkan HIP-4: Pasar Prediksi Tanpa Biaya yang Siap Saingi Polymarket

Hyperliquid resmi meluncurkan HIP-4 pada 2 Mei 2026 — pasar prediksi on-chain dengan nol biaya buka posisi, kontrak biner Yes/No, dan volume hari pertama 3× Polymarket+Kalshi gabungan.

Dipublikasikan: 22 Mei 2026 Waktu baca: ~6 menit Kategori: DeFi, Pasar Prediksi, Hyperliquid

Ringkasan Cepat

Pada 2 Mei 2026, Hyperliquid — bursa derivatif on-chain yang sempat menghebohkan pasar kripto lewat airdrop HYPE-nya — resmi meluncurkan HIP-4, protokol pasar prediksi pertama mereka. Ini bukan sekadar fitur tambahan kecil: HIP-4 memungkinkan siapa saja memperdagangkan hasil suatu peristiwa nyata — mulai dari harga Bitcoin, pemilihan umum, hingga hasil pertandingan olahraga — langsung dari dalam ekosistem Hyperliquid.

Yang membuat langkah ini mengejutkan bukan hanya kecepatannya, tapi juga angkanya: dalam 24 jam pertama, pasar prediksi Bitcoin pertama mereka mencatatkan volume 3 kali lebih besar dari Polymarket dan Kalshi gabungan untuk market serupa. Kompetisi di sektor prediction market baru saja bertambah satu pemain besar.

Apa Itu HIP-4?

Dalam ekosistem Hyperliquid, HIP (Hyperliquid Improvement Proposal) adalah standar teknis yang mendefinisikan jenis aset atau pasar baru. HIP-1 memperkenalkan token standar, HIP-2 menambahkan mekanisme likuiditas, dan HIP-3 baru-baru ini menghadirkan saham tokenized (tokenized stocks). Kini, HIP-4 membawa outcome tokens — kontrak yang nilainya ditentukan oleh hasil nyata suatu peristiwa.

Secara teknis, HIP-4 mendefinisikan kontrak biner berakhir waktu tertentu yang:

  • Diselesaikan berdasarkan oracle harga pada saat jatuh tempo — bukan spekulasi terbuka tanpa batas waktu.
  • Diintegrasikan langsung ke HyperEVM, layer-1 Hyperliquid, sehingga berjalan dengan latensi sangat rendah dan biaya jaringan minimal.
  • Diperdagangkan melalui central limit order book (CLOB) — sama seperti kontrak perp Hyperliquid, bukan model automated market maker (AMM) yang lebih lambat dan lebih mahal.
  • Di-settle dalam USDH, stablecoin native Hyperliquid.

Intinya: HIP-4 menghadirkan mekanisme pasar prediksi yang akrab bagi pengguna Polymarket atau Kalshi, tapi berjalan di atas infrastruktur perdagangan derivatif kelas dunia yang sudah dibangun Hyperliquid selama dua tahun terakhir.

Fitur Utama: Nol Biaya, Biner, Tanpa Likuidasi

Hyperliquid membangun HIP-4 dengan filosofi yang jelas: turunkan hambatan masuk serendah mungkin. Berikut tiga poin yang paling membedakannya dari kompetitor:

1. Nol Biaya Buka Posisi

Ini adalah diferensiasi terbesar. Polymarket dan Kalshi mengenakan biaya saat trader membeli atau menjual saham. HIP-4 membalikkan model itu: membuka posisi tidak dikenai biaya sama sekali. Biaya baru berlaku saat menutup, membakar (burning), atau meng-settle posisi. Secara efektif, ini menurunkan biaya friksi bagi trader yang ingin sering masuk dan keluar pasar.

2. Kontrak Biner Yes/No Tanpa Leverage

Tidak ada leverage, tidak ada risiko likuidasi. Setiap kontrak HIP-4 adalah taruhan sederhana: apakah suatu peristiwa terjadi atau tidak? Posisi "Yes" bernilai $1 jika benar, $0 jika salah. Posisi "No" adalah kebalikannya. Risiko maksimum selalu terbatas pada modal yang diinvestasikan — ini membuat HIP-4 jauh lebih mudah dipahami trader ritel dibanding perp dengan leverage 50×.

3. Akses Pembuatan Market Terbuka (dengan Syarat)

Siapa pun bisa membuat market prediksi sendiri di Hyperliquid — asalkan meng-stake minimal 1 juta token HYPE. Syarat ini cukup tinggi (pada harga HYPE saat ini, ini bernilai puluhan juta dolar), tapi ini adalah mekanisme spam-filter yang juga menciptakan insentif bagi pemegang HYPE untuk aktif berpartisipasi dalam ekosistem. Peluncuran penuh permissionless untuk tim pihak ketiga diperkirakan terjadi sekitar pertengahan Juni 2026.

Performa Hari Pertama: 6 Juta Kontrak dalam 24 Jam

Angka-angka dari hari pertama HIP-4 mengejutkan banyak analis. Menurut peneliti on-chain defioasis.eth, dalam 24 jam pertama sejak peluncuran:

  • 6,05 juta kontrak diperdagangkan di seluruh pasar HIP-4.
  • Market prediksi Bitcoin pertama mereka mencetak volume 3× lebih besar dibanding market setara di Polymarket dan Kalshi dikombinasikan.
  • Hyperliquid langsung mengambil 0,7% pangsa pasar prediksi global hanya dalam satu hari — sebuah pencapaian yang biasanya butuh berbulan-bulan bagi platform baru.

Angka ini relevan karena menunjukkan bahwa basis pengguna Hyperliquid yang sudah besar — yang selama ini aktif di pasar perp kripto — siap beralih atau menambah aktivitas ke pasar prediksi tanpa perlu membuka akun baru di platform lain. Efek jaringan yang sudah ada menjadi keuntungan struktural yang sulit ditiru kompetitor baru.

Hyperliquid vs Polymarket & Kalshi

Pasar prediksi kripto telah tumbuh lebih dari 300% dalam volume sepanjang 2025, mencapai $63,5 miliar — dan dua nama besar yang mendominasi adalah Polymarket (on-chain, berbasis Polygon) dan Kalshi (platform AS yang telah mendapat lisensi regulasi federal). Kini, Hyperliquid masuk dengan proposisi yang berbeda:

Fitur Hyperliquid HIP-4 Polymarket Kalshi
Biaya buka posisi Nol Ada (2%) Ada (varies)
Infrastruktur HyperEVM L1 (CLOB) Polygon (AMM/CLOB) Regulasi AS (CFTC)
Settlement USDH (native stablecoin) USDC USD (fiat)
Likuidasi Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Permisionless Parsial (1M HYPE stake) Ya (via UMA oracle) Tidak (regulasi)

Satu hal yang menjadi kelemahan relatif Hyperliquid saat ini adalah jangkauan topik non-kripto. Polymarket dan Kalshi unggul dalam pasar politik, olahraga, dan peristiwa global. Hyperliquid saat ini masih berfokus pada aset kripto sebagai underlying — meski hal ini diperkirakan berubah seiring peluncuran penuh permissionless.

HYPE Token sebagai Senjata Kompetitif

Investor veteran Arthur Hayes — mantan CEO BitMEX — menulis secara terbuka bahwa Hyperliquid tidak hanya bersaing lewat biaya rendah, tapi lewat sesuatu yang Polymarket dan Kalshi tidak punya: token platform yang bisa dimiliki trader.

Logikanya sederhana: ketika volume pasar prediksi di Hyperliquid naik, fee yang terkumpul mengalir kembali ke ekosistem HYPE. Trader yang memegang HYPE bukan hanya menggunakan platform — mereka secara tidak langsung memiliki sebagian dari platform itu. Ini menciptakan loop insentif yang tidak dimiliki Polymarket (yang tidak punya token) atau Kalshi (yang merupakan perusahaan swasta terpusat).

Hayes menyebutnya sebagai "mekanisme flywheel": lebih banyak pengguna → lebih banyak volume → lebih banyak fee → harga HYPE naik → lebih banyak pengguna tertarik. Jika skenario ini berjalan, Hyperliquid bisa tumbuh jauh lebih cepat dari kompetitor yang tidak punya insentif token serupa.

Target Berikutnya: Piala Dunia FIFA 2026

Timing Hyperliquid bukan kebetulan. Peluncuran penuh HIP-4 yang memungkinkan pihak ketiga membuat market sendiri dijadwalkan sekitar pertengahan Juni 2026 — tepat menjelang kick-off Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Piala Dunia adalah salah satu event dengan volume prediksi tertinggi sepanjang sejarah. Polymarket mencatat lonjakan volume masif selama Piala Dunia 2022 dan pemilihan umum AS 2024. Jika Hyperliquid berhasil menyediakan market Piala Dunia dengan biaya nol sebelum acara dimulai, ini bisa menjadi momen akuisisi pengguna terbesar dalam sejarah singkat platform tersebut.

Tantangannya: Hyperliquid perlu menyelesaikan integrasi oracle untuk non-crypto events (seperti hasil pertandingan sepak bola) sebelum bisa bersaing langsung dengan Polymarket di kategori olahraga. Ini bukan hal yang mudah secara teknis, tapi tim Hyperliquid selama ini terbukti mampu bergerak cepat.

Apa Artinya untuk Trader Indonesia?

Bagi trader Indonesia yang sudah familiar dengan Polymarket atau pasar prediksi secara umum, masuknya Hyperliquid memberikan beberapa implikasi langsung:

  • Biaya lebih rendah: Nol biaya buka posisi berarti strategi masuk-keluar frekuensi tinggi menjadi jauh lebih menguntungkan dibanding di Polymarket yang memotong 2% per transaksi.
  • Satu akun untuk semua: Jika selama ini kamu pakai akun berbeda untuk perp di Hyperliquid dan pasar prediksi di Polymarket, HIP-4 memungkinkan semua dalam satu antarmuka — termasuk margin dan posisi yang bisa dikelola bersama.
  • Eksposur ke HYPE: Menggunakan platform Hyperliquid secara aktif — termasuk pasar prediksi — berarti kamu berpartisipasi dalam ekosistem yang harga token-nya berkorelasi dengan pertumbuhan platform.
  • Risiko counterparty lebih rendah: Sebagai protokol on-chain, HIP-4 tidak butuh kepercayaan ke entitas terpusat. Smart contract dan oracle yang menentukan, bukan perusahaan.

Satu catatan penting: Hyperliquid belum memiliki versi Bahasa Indonesia dan UI-nya masih dirancang untuk trader yang sudah berpengalaman. Untuk pemula, Polymarket mungkin masih lebih ramah karena tampilannya lebih sederhana — tapi gap ini kemungkinan akan menutup seiring waktu.

Kesimpulan

Peluncuran HIP-4 oleh Hyperliquid bukan sekadar fitur baru — ini adalah deklarasi bahwa pasar prediksi on-chain sudah matang cukup untuk menarik pemain infrastruktur kelas satu. Dengan volume hari pertama yang melampaui Polymarket dan Kalshi gabungan, biaya nol untuk membuka posisi, dan timing yang tepat menjelang Piala Dunia, Hyperliquid punya semua bahan untuk menjadi kekuatan besar di sektor ini.

Pertanyaan besarnya: dapatkah mereka mempertahankan momentum ini sambil memperluas topik ke luar kripto? Jika ya, persaingan pasar prediksi global baru saja memasuki babak yang jauh lebih menarik.

Di PasarPoli, kami akan terus memantau perkembangan ini — termasuk bagaimana Polymarket merespons tekanan kompetitif dari Hyperliquid — dan menyajikannya dalam Bahasa Indonesia agar kamu tidak ketinggalan satu pun momentum penting.

Sumber Referensi

Pantau Pasar Prediksi Sekarang

Ikuti perkembangan pasar prediksi kripto dan global secara real-time — termasuk market seputar Hyperliquid, Bitcoin, dan Piala Dunia — langsung di dashboard PasarPoli.

Buka Dashboard Pasar Prediksi